dengan rautnya, ia mengombak warna
menoreh garis-garis seperti
isakku yang sembunyi
di antara bata-bata dinding kamar
inginku bisu, baris
demi baris meluncur lurus
dari selengkung langit yang ia sebutbiru
jangan bertanya apa artinya
lihatlah, serupa rindu yang menjajah
dirinyapun kuyup basah